"Ibu muda ini kemudian mengajak korban untuk pergi ke rumahnya dengan alasan menitipkan anaknya kepada seorang wanita di Desa Tutuyan. Namun, sesampainya di lokasi, Arnita membawa TAM ke tempat terpencil dengan maksud buruk," ujar Kapolres Sugeng kepada wartawan.
Aksi kejam Arnita berlanjut ketika korban mengeluh kelelahan dan meminta untuk digendong.
Tanpa belas kasihan, pelaku menuruti permintaan keponakannya tersebut, namun setibanya di lokasi tersembunyi, Arnita menindih korban dan menggorok lehernya dengan sebilah pisau.
Baca Juga: Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan Korban Banjir Mandiangin dan Ingatkan Warga Tetap Waspada
"Saat korban sudah tidak bisa bergerak, pelaku mengambil perhiasan yang dikenakan korban, termasuk satu buah kalung, satu buah gelang, dan dua buah cincin. Setelah itu, pelaku mendorong korban ke dalam selokan dengan kejam," tambah Sugeng.
Setelah aksi pembunuhan yang mengerikan, Arnita kembali ke rumahnya, bahkan sempat mandi dan salat.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: rumahberita.co.id
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?