Menurut Gubernur provinsi Luhansk, Serhiy Gaidai, pasukan Ukraina dan Rusia masih bertempur di jalan-jalan kota Sievierodonetsk pada Minggu. Pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar kota tetapi pasukan Ukraina tetap menguasai kawasan industri dan pabrik kimia Azot tempat ratusan warga sipil berlindung.
"Sekitar 500 warga sipil tetap berada di wilayah pabrik Azot di Sievierodonetsk, 40 di antaranya adalah anak-anak. Terkadang militer berhasil mengevakuasi seseorang," kata Gaidai.
"Kendati begitu Rusia telah menghancurkan sebuah jembatan di atas Sungai Donets Siverskyi yang menghubungkan Sievierodonetsk dengan kota kembarnya Lysychansk," imbuhnya.
Yang tersisa hanya satu dari tiga jembatan yang masih membentang. "Jika setelah penembakan baru, jembatan itu runtuh, kota itu akan benar-benar terputus. Tidak akan ada cara untuk meninggalkan Sievierodonetsk dengan kendaraan," kata Gaidai.
Ia mencatat tidak adanya perjanjian gencatan senjata dan tidak ada koridor evakuasi yang disepakati. Di Lysychansk, penembakan Rusia menewaskan seorang anak berusia enam tahun, kata Gaidai.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz