Sievierodonetsk telah menjadi fokus serangan Rusia ketika Moskow berusaha merebut wilayah Donbas.
Satu-satunya jembatan yang tersisa hancur, membuat warga sipil di kota itu terperangkap dan bantuan kemanusiaan tidak bisa disalurkan, kata gubernur setempat Sergei Gaidai.
Dia menambahkan sekitar 70 persen kota itu kini dikendalikan oleh Rusia. Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Senin malam mengatakan pertempuran di Donbas akan menjadi pertempuran paling brutal dalam sejarah Eropa.
Wilayah itu mencakup provinsi Luhansk dan Donetsk, yang diklaim sebagai negara merdeka oleh kelompok separatis pro-Rusia. Menurut dia, jumlah artileri modern yang cukup akan membantu Ukraina.
"Bagi kami, harga pertempuran ini sangat mahal. Ini mengerikan," kata Zelenskyy.
Artikel Terkait
Rusia Bocorkan Data Rahasia AS ke Iran? Ini Dampak Mengerikan yang Bisa Terjadi
Iron Dome Jebol! Iran Hantam Tel Aviv dengan Rudal Klaster, Bandara Ben Gurion Terbakar
Reza Pahlavi Serukan Perang Salib ke Eropa: Prank Rusia yang Bisa Picu Perang Dunia?
Iran Lancarkan Serangan Drone & Rudal ke Teluk: Target Israel dan AS, Bagaimana 3 Negara Ini Gagalkan Serangan?