TASS melaporkan serangan itu juga menghantam pasar dan rumah sakit bersalin di kota Donetsk. Serangan artileri ke rumah sakit itu memicu kebakaran sehingga pasien dipindahkan ke ruang bawah tanah, menurut petinggi kelompok separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk.
Belum ada konfirmasi independen tentang serangan itu dan Reuters belum bisa memastikan kebenarannya. Pemerintah Ukraina juga belum menanggapi laporan tersebut.
Pemimpin separatis Donetsk Denis Pushilin berjanji untuk mengerahkan lebih banyak tentara Rusia untuk melawan Ukraina.
Rusia juga melaporkan bahwa seorang anak termasuk di antara korban tewas dan sedikitnya 22 orang terluka. Pada Senin malam, mengutip seorang koresponden Rusia, mereka melaporkan serangan ke rumah sakit bersalin.
"Berkat tindakan cepat staf, tidak ada korban luka," kata kantor berita RIA.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan para pejabat telah melihat laporan tentang serangan di rumah sakit itu.
Artikel Terkait
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda
Harga BBM Vietnam Meledak 105%! Ini Dampak Konflik Timur Tengah 2026