Gencatan Senjata Langgar! Serangan Israel di Khan Younis Tewaskan Anak-Anak, Ini Faktanya

- Selasa, 11 November 2025 | 11:25 WIB
Gencatan Senjata Langgar! Serangan Israel di Khan Younis Tewaskan Anak-Anak, Ini Faktanya
Serangan Udara Israel di Khan Younis Tewaskan Anak-Anak, Langgar Gencatan Senjata

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Khan Younis Gaza, Langgar Gencatan Senjata

POLHUKAM.ID - Pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, Senin (10 November 2025). Serangan yang menargetkan Khan Younis di Gaza selatan ini menewaskan dua orang, termasuk seorang anak. Aksi ini dinilai melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Target Serangan dan Klaim IDF

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim serangan drone tersebut ditujukan pada ancaman langsung terhadap pasukannya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan korban justru berasal dari kalangan sipil, termasuk anak-anak. Militer Israel juga dilaporkan menghancurkan rumah-rumah warga di dalam area garis kuning, yang seharusnya menjadi batas penarikan pasukan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Intensifikasi Operasi dan Kerusakan Parah

Operasi pembongkaran bangunan di Khan Younis disebut semakin diintensifkan. "Setiap bangunan atau rumah berlantai 2 menjadi sasaran," ujar Hamdan Radwan, pemimpin wilayah Bani Suheila. Serangan juga terjadi di Gaza tengah, di mana blok-blok permukiman diledakkan. Gambar satelit dan rekaman video mengkonfirmasi sebagian besar permukiman telah hancur menjadi puing-puing.

Pembatasan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Selain serangan militer, Israel juga terus membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Kelompok Hamas menyatakan Israel melarang masuknya setidaknya 600 truk bantuan per hari, termasuk 50 truk tangki bahan bakar, yang seharusnya dijamin dalam perjanjian. Pada Minggu (9 November 2025), hanya 270 truk yang berhasil memasuki Gaza melalui perlintasan Karem Abu Salem dan Al Karara, dengan rincian 126 truk bantuan kemanusiaan, 127 truk barang komersial, 10 truk bahan bakar, dan 7 truk gas untuk memasak.

Pelanggaran gencatan senjata ini memperparah kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza dan memunculkan kecaman dari berbagai pihak.

Komentar