Rahasia Doha Terbongkar: Pengkhianatan Internal yang Gulingkan Maduro?

- Rabu, 07 Januari 2026 | 00:25 WIB
Rahasia Doha Terbongkar: Pengkhianatan Internal yang Gulingkan Maduro?

Skema "Madurismo Tanpa Maduro" dan Pernyataan Trump

Sejak Oktober lalu, beredar skenario transisi yang dikenal sebagai "Madurismo tanpa Maduro". Skema ini bertujuan menjaga kesinambungan rezim dengan hanya mengganti figur puncak, agar transisi berjalan terkendali tanpa gejolak besar.

Sinyal keterlibatan AS menguat ketika Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026, secara terbuka menyatakan Washington akan "mengelola" Venezuela melalui pemerintahan transisi yang dipimpin Delcy Rodriguez. Trump juga menyinggung rencana masuknya perusahaan minyak AS ke Venezuela.

Klaim Pengkhianatan Internal dari Mantan Wakil Presiden Kolombia

Tuduhan bahwa kejatuhan Maduro adalah hasil pengkhianatan internal semakin kuat setelah pernyataan mantan Wakil Presiden Kolombia, Francisco Santos Calderon. Pada 4 Januari 2026, Santos menyatakan dengan yakin bahwa Maduro "diserahkan" untuk ditangkap AS tanpa perlawanan berarti, dan Delcy Rodriguez berada di balik operasi tersebut.

"Semua informasi yang kami miliki menunjukkan ini adalah operasi di mana mereka menyerahkannya," tegas Santos.

Kesimpulan: Babak Baru Politik Venezuela

Jika berbagai laporan ini benar, kejatuhan Nicolas Maduro menandai babak baru yang kompleks dalam politik Venezuela. Transisi ini bukan sekadar tumbangnya seorang presiden, melainkan hasil dari kompromi elite internal, negosiasi tertutup di panggung global, dan pergeseran kekuasaan yang dirancang untuk memadukan kepentingan lokal dengan geopolitik internasional.

Halaman:

Komentar