Skema "Madurismo Tanpa Maduro" dan Pernyataan Trump
Sejak Oktober lalu, beredar skenario transisi yang dikenal sebagai "Madurismo tanpa Maduro". Skema ini bertujuan menjaga kesinambungan rezim dengan hanya mengganti figur puncak, agar transisi berjalan terkendali tanpa gejolak besar.
Sinyal keterlibatan AS menguat ketika Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026, secara terbuka menyatakan Washington akan "mengelola" Venezuela melalui pemerintahan transisi yang dipimpin Delcy Rodriguez. Trump juga menyinggung rencana masuknya perusahaan minyak AS ke Venezuela.
Klaim Pengkhianatan Internal dari Mantan Wakil Presiden Kolombia
Tuduhan bahwa kejatuhan Maduro adalah hasil pengkhianatan internal semakin kuat setelah pernyataan mantan Wakil Presiden Kolombia, Francisco Santos Calderon. Pada 4 Januari 2026, Santos menyatakan dengan yakin bahwa Maduro "diserahkan" untuk ditangkap AS tanpa perlawanan berarti, dan Delcy Rodriguez berada di balik operasi tersebut.
"Semua informasi yang kami miliki menunjukkan ini adalah operasi di mana mereka menyerahkannya," tegas Santos.
Kesimpulan: Babak Baru Politik Venezuela
Jika berbagai laporan ini benar, kejatuhan Nicolas Maduro menandai babak baru yang kompleks dalam politik Venezuela. Transisi ini bukan sekadar tumbangnya seorang presiden, melainkan hasil dari kompromi elite internal, negosiasi tertutup di panggung global, dan pergeseran kekuasaan yang dirancang untuk memadukan kepentingan lokal dengan geopolitik internasional.
Artikel Terkait
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah