Membangun "NATO Eropa" yang Mandiri
Eropa, khususnya Jerman, menyadari ketergantungan pada militer AS adalah kerentanan. Mereka kini berjuang membentuk pertahanan kolektif mandiri atau "NATO Eropa", dengan Jerman sebagai tulang punggung operasionalnya.
Rencana ini juga mencakup pemanfaatan penangkal nuklir gabungan Inggris-Prancis sebagai pengganti payung nuklir Amerika.
Respons Rusia dan Tantangan ke Depan
Kebangkitan militer Jerman membuat Moskow tidak nyaman. Duta Besar Rusia untuk Jerman, Sergey Nechayev, menyebut Jerman tengah mempercepat persiapan konfrontasi militer skala penuh.
Tantangan terbesar Eropa adalah menyatukan militer yang masih terfragmentasi oleh ego nasional dan perbedaan sistem senjata. Namun, dengan kepemimpinan dan investasi besar Jerman, keseimbangan kekuatan di Eropa mulai bergeser.
Kilas Balik: Sejarah Kekuatan Militer Jerman dari Masa ke Masa
Transformasi 2026 ini adalah babak baru dalam siklus panjang sejarah militer Jerman:
- Perang Dunia I & II: Jerman dikenal sebagai kekuatan militer darat paling dominan dengan doktrin Blitzkrieg dan inovasi teknologi seperti roket V-2 dan pesawat jet pertama.
- Pasca Kekalahan: Jerman mengalami demiliterisasi total, fokus pada "Keajaiban Ekonomi" dan menjadi negara pasifis.
- Perang Dingin - 2020-an: Bundeswehr dibentuk dengan peran terbatas di bawah NATO. Budaya antimiliterisme kuat sebagai penebusan dosa masa lalu.
- Titik Balik 2022: Invasi Rusia ke Ukraina memicu Zeitenwende (perubahan zaman). Jerman membuang pasifisme dan berkomitmen pada pembangunan kekuatan pertahanan yang tangguh.
Kebangkitan militer Jerman kali ini bukan untuk agresi, melainkan respons defensif atas ancaman eksternal dan hilangnya kepastian aliansi tradisional. Transformasi ini menandai era baru di mana Jerman siap memikul tanggung jawab utama dalam keamanan kolektif Eropa.
Artikel Terkait
Tragis! 21 Tewas dalam Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol, Diduga Akibat Anjlok di Adamuz
Mengungkap Dampak Tersembunyi Perang Gaza: Lonjakan 40% PTSD & Gelombang Bunuh Diri di Militer Israel
Wanita Turki Ini Klaim Putri Donald Trump! Minta Tes DNA, Ini Bukti dan Kisahnya
Debat Sengit AS vs Iran di DK PBB: Ancaman Perang Terbuka Menggantung?