Reza Pahlavi Serukan "Perang Salib" ke Eropa untuk Bergabung dengan AS-Israel Serang Iran
Putra dari Shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, secara mengejutkan menyerukan negara-negara Eropa untuk bergabung dalam aliansi dengan Amerika Serikat dan Israel guna melancarkan serangan terhadap Teheran. Seruan kontroversial ini bahkan menyebut perlu adanya "perang salib" melawan pemerintah Republik Islam Iran saat ini.
Isi Seruan dan Panggilan Prank dari Rusia
Reza Pahlavi yang berusia 65 tahun dan hidup dalam pengasingan di AS, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah panggilan telepon yang ternyata adalah prank yang dilakukan oleh duo komedian Rusia, Vovan dan Lexus. Mereka berpura-pura menjadi Kanselir Jerman, Friedrich Merz.
Dalam rekaman yang menjadi viral di media sosial X, Pahlavi terdengar mengatakan, "Eropa harus bergabung dalam perang salib melawan rezim (Iran)." Ia juga mendesak rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah, dengan alasan momen sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjatuhkan pemerintahan yang menggulingkan ayahnya pada Revolusi Iran 1979.
Kesiapan Pahlavi dan Klaim Legitimasi
Lebih lanjut, Reza Pahlavi menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Iran dan memimpin sebuah pemerintahan transisi. Ia menegaskan bahwa otoritas yang saat ini berkuasa di Teheran tidak memiliki legitimasi yang sah di mata rakyatnya.
Artikel Terkait
Gempa M7.4 Baru Saja Terjadi, BMKG Jepang Peringatkan: Bersiap untuk yang Lebih Dahsyat!
Balikatan 2026: 17.000 Pasukan AS-Filipina-Jepang Uji Rudal di Depan Taiwan, China Marah!
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?