Reza Pahlavi Serukan Perang Salib ke Eropa: Prank Rusia yang Bisa Picu Perang Dunia?

- Jumat, 06 Maret 2026 | 17:25 WIB
Reza Pahlavi Serukan Perang Salib ke Eropa: Prank Rusia yang Bisa Picu Perang Dunia?

Reza Pahlavi Serukan "Perang Salib" ke Eropa untuk Bergabung dengan AS-Israel Serang Iran

Putra dari Shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, secara mengejutkan menyerukan negara-negara Eropa untuk bergabung dalam aliansi dengan Amerika Serikat dan Israel guna melancarkan serangan terhadap Teheran. Seruan kontroversial ini bahkan menyebut perlu adanya "perang salib" melawan pemerintah Republik Islam Iran saat ini.

Isi Seruan dan Panggilan Prank dari Rusia

Reza Pahlavi yang berusia 65 tahun dan hidup dalam pengasingan di AS, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah panggilan telepon yang ternyata adalah prank yang dilakukan oleh duo komedian Rusia, Vovan dan Lexus. Mereka berpura-pura menjadi Kanselir Jerman, Friedrich Merz.

Dalam rekaman yang menjadi viral di media sosial X, Pahlavi terdengar mengatakan, "Eropa harus bergabung dalam perang salib melawan rezim (Iran)." Ia juga mendesak rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah, dengan alasan momen sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjatuhkan pemerintahan yang menggulingkan ayahnya pada Revolusi Iran 1979.

Kesiapan Pahlavi dan Klaim Legitimasi

Lebih lanjut, Reza Pahlavi menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Iran dan memimpin sebuah pemerintahan transisi. Ia menegaskan bahwa otoritas yang saat ini berkuasa di Teheran tidak memiliki legitimasi yang sah di mata rakyatnya.

Respons Terpecah dari Negara-Negara Eropa

Halaman:

Komentar