Kuba Gelar Latihan Perang Besar! Apakah Ini Sinyal Perang dengan AS untuk Hindari Nasib Venezuela?

- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:25 WIB
Kuba Gelar Latihan Perang Besar! Apakah Ini Sinyal Perang dengan AS untuk Hindari Nasib Venezuela?

Kuba Gelar Latihan Perang Besar, Waspadai Ancaman Agresi dari Amerika Serikat

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, secara terbuka mengungkapkan latihan kesiapan militer skala besar negaranya. Langkah ini disebut sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi terhadap potensi agresi dari Amerika Serikat. Pemerintah Kuba memberikan sinyal kuat bahwa mereka tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti Venezuela, sekutu utamanya yang sedang berada di bawah tekanan AS.

Latar Belakang Ancaman dari Presiden AS Donald Trump

Ancaman terhadap Kuba semakin menguat setelah pernyataan Presiden AS ke-44, Donald Trump. Trump memperingatkan bahwa Kuba "siap untuk jatuh" dan mendesak Havana untuk "membuat kesepakatan". Jika tidak, Kuba dikatakan akan membayar harga yang serupa dengan Venezuela. Referensi ini merujuk pada operasi militer AS di Venezuela awal Januari yang menewaskan puluhan orang dan menangkap pemimpinnya, Nicolas Maduro.

Trump juga menegaskan bahwa aliran minyak dan dukungan keuangan dari Venezuela ke Kuba akan diputus total. "TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG AKAN MASUK KE KUBA - NOL!" tulis Trump di platform Truth Social. Pernyataan ini menjadi pemicu langsung meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Detil Latihan Militer dan Kesiapan "Perang Seluruh Rakyat"

Latihan militer yang diawasi langsung oleh Presiden Diaz-Canel pada hari Sabtu melibatkan unit tank dan dipantau oleh pimpinan tinggi militer, termasuk Menteri Angkatan Bersenjata Jenderal Alvaro Lopez Miera. Latihan ini merupakan bagian dari doktrin strategis "Perang Seluruh Rakyat", yang mempersiapkan mobilisasi menyeluruh warga sipil jika terjadi konflik bersenjata.

"Cara terbaik untuk mencegah agresi adalah dengan memaksa imperialisme untuk menghitung harga yang harus dibayar untuk menyerang negara kita," tegas Diaz-Canel dalam siaran televisi nasional. Ia menambahkan bahwa kesiapan tersebut menjadi sangat krusial dalam situasi geopolitik saat ini.

Halaman:

Komentar