Ledakan di Kabul 2026: Pakistan Bombardir Afghanistan, Gencatan Senjata Hancur!

- Jumat, 27 Februari 2026 | 12:25 WIB
Ledakan di Kabul 2026: Pakistan Bombardir Afghanistan, Gencatan Senjata Hancur!

Klaim dan Bantahan dari Berbagai Pihak

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi serangan udara juga terjadi di Kandahar dan provinsi tenggara Paktia. Afghanistan mengklaim serangan mereka pada Kamis malam berhasil merebut lebih dari 12 pos militer Pakistan.

Namun, klaim korban jiwa dari kedua pihak sangat berbeda:

  • Afghanistan menyebut 55 tentara Pakistan tewas dan beberapa ditangkap, sementara di pihaknya 8 tewas dan 11 luka.
  • Pakistan melalui Menteri Informasi Attaullah Tarar membantah, menyatakan hanya 2 tentaranya yang tewas (3 luka) dan 36 pejuang Afghanistan terbunuh. Juru bicara PM Pakistan juga membantah adanya tentara yang ditangkap.

Efek Warga Sipil dan Respons Internasional

Konflik ini langsung berdampak pada warga sipil. Pihak berwenang di kedua sisi perbatasan Garis Durand sepanjang 2.611 km mulai mengevakuasi penduduk dan kamp pengungsi. Dilaporkan 13 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas di sisi Afghanistan.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, melalui juru bicaranya mendesak kedua belah pihak untuk melindungi warga sipil dan menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi.

Akar Ketegangan yang Berlarut

Eskalasi ini adalah puncak dari ketegangan berbulan-bulan. Pakistan menuduh Afghanistan gagal menindak kelompok militan yang melakukan serangan di wilayahnya, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh pemerintahan Taliban. Upaya perdamaian melalui mediasi Qatar dan Turki sejauh ini belum berhasil menghentikan siklus kekerasan di perbatasan kedua negara.

Halaman:

Komentar