Bintara itu menambahkan, sang komandan tersenyum lebar saat menyampaikan hal tersebut dan berulang kali merujuk pada Kitab Wahyu. Komandan tersebut juga digambarkan sebagai penganut paham 'Kristen Pertama' yang ingin anak buahnya mengikuti keyakinannya.
Respons Pentagon dan Analisis Fundamentalis di Militer
Hingga berita ini dirilis, Pentagon belum menanggapi permintaan komentar terkait temuan ini. Michael L. Weinstein, pendiri MRFF, menegaskan bahwa ini bukan kasus komandan 'nakal' tunggal.
Menurut Weinstein, ini mencerminkan pengaruh yang meningkat dari kelompok nasionalis dan fundamentalis Kristen dalam tubuh militer AS. Ia menyoroti peran Menteri Perang AS Pete Hegseth, yang dikenal sebagai nasionalis Kristen ultra-konservatif dan mensponsori studi Alkitab yang mendukung Israel.
Narasi Serupa Muncul Pasca Serangan 7 Oktober
MRFF mencatat, keluhan serupa tentang teologi akhir zaman juga mengemuka pasca serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Saat itu, seorang komandan angkatan udara disebutkan menyatakan bahwa konflik Israel-Hamas telah dinubuatkan dalam Kitab Wahyu.
Fenomena ini memicu kekhawatiran mengenai penyebaran doktrin agama tertentu dalam institusi militer yang seharusnya netral dan menjaga profesionalisme serta kebebasan beragama seluruh personelnya.
Artikel Terkait
Mengapa AS Bisa Kalah Perang Melawan Iran? Analisis Prof Jiang Xueqin yang Mengejutkan
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle: Langkah Drastis Tangani Perang di Timur Tengah?
Israel Siagakan Pasukan & Perintahkan Evakuasi Massal di Lebanon: Aksi Terbaru Jelang Perang Total?
AS Perintahkan Warga Segera Pergi dari Timur Tengah! Iran Serang Pangkalan Militer AS di 7 Negara