Analisis Kontroversial: Scott Ritter Sebut Kematian Khamenei Adalah "Jebakan Martir" Iran
POLHUKAM.ID - Scott Ritter, analis militer dan mantan inspektur senjata PBB asal Amerika Serikat, mengemukakan pernyataan mengejutkan terkait kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Ritter, operasi gabungan AS-Israel yang menewaskan Khamenei bukanlah sebuah kemenangan strategis, melainkan sebuah jebakan yang sengaja dirancang oleh sang pemimpin Iran sendiri.
"Khamenei ingin dibunuh, dan kami jatuh ke dalam jebakannya. Kematiannya justru menyatukan semua Muslim dan Syiah," ujar Ritter dalam pernyataannya yang viral di media sosial dan berbagai wawancara.
Strategi Pengorbanan Ala Karbala Modern
Pernyataan Ritter ini muncul di tengah eskalasi konflik regional yang memanas pasca-serangan udara pada akhir Februari 2026. Ritter menganalisis bahwa Khamenei, yang telah berusia lanjut dan memiliki kondisi kesehatan tertentu, sengaja tidak mengubah rutinitas atau berlindung di bunker meski mengetahui ancaman pembunuhan. Ia memilih tetap di kediamannya, dikelilingi pengawal setia, sebuah tindakan yang dinilai Ritter selaras dengan prinsip kemartiran (syahid) dalam tradisi Syiah, mirip dengan kisah Imam Hussein di Karbala.
Artikel Terkait
CIA Senjatai Milisi Kurdi untuk Iran: Benarkah Pemberontakan Baru Akan Dimulai?
Militer AS & Nubuat Akhir Zaman: Benarkah Perang Iran Dianggap Jalan Turunnya Yesus?
Mengapa AS Bisa Kalah Perang Melawan Iran? Analisis Prof Jiang Xueqin yang Mengejutkan
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle: Langkah Drastis Tangani Perang di Timur Tengah?