Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS-Israel dan Janjikan "Bencana Besar"
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman invasi darat oleh militer Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini menandai eskalasi ketegangan terbaru di kawasan Timur Tengah.
Iran Justru Menunggu Kedatangan Pasukan AS-Israel
Dalam wawancara eksklusif dengan NBC Nightly News dari Teheran, Araghchi menyampaikan bahwa militer Iran justru sedang menunggu kedatangan pasukan darat koalisi AS-Israel. Ia menjanjikan respons yang akan menjadi bencana besar bagi pihak penyerang.
"Tidak, kami tidak takut. Kami justru menunggu mereka. Kami sangat percaya diri dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka," tegas Araghchi.
Fase Konflik Baru yang Lebih Berdarah
Analis memperingatkan bahwa jika ancaman invasi darat benar-benar terjadi, konflik akan memasuki fase baru yang jauh lebih berdarah. Selain risiko korban jiwa yang masif, komunitas internasional juga mencemaskan stabilitas ekonomi dunia.
Kekhawatiran utama adalah goncangan pada harga energi global, mengingat kawasan Teluk merupakan pemasok minyak utama dunia. Ketegangan ini berpotensi mengganggu pasokan dan mendorong kenaikan harga komoditas vital tersebut.
Artikel Terkait
Israel Rugi Rp 50 Triliun per Minggu! Ini Dampak Mengerikan Perang dengan Iran
Iran Gempur Kuwait, Bahrain, & UEA 2026: Dampak Kilang Minyak Terbakar Hingga Blokade Selat Hormuz
Pernyataan Kontroversial AS yang Bikin Turki & Arab Saudi Murka: Perang dengan Iran Disebut Konflik Agama
Iran Klaim Hantam Tel Aviv dengan Rudal Khorramshahr-4: Hulu Ledak 1,8 Ton & Kecepatan Mach 16, Seberapa Mematikan?