Secara terpisah, militer Israel juga mengancam akan mengejar siapa pun yang berupaya menunjuk pengganti Pemimpin Tertinggi Iran.
Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa konflik mungkin akan berlanjut.
Eskalasi Serangan dan Korban Jiwa
Serangan udara AS dan Israel terus berlanjut, bahkan menargetkan fasilitas minyak vital di Tehran dan Karaj pada akhir pekan. Serangan ini memicu kebakaran besar dan menewaskan sedikitnya empat orang.
Total korban jiwa sejak perang dimulai pada 28 Februari dilaporkan mencapai lebih dari 1.300 orang di Iran, sekitar 300 di Lebanon, dan belasan di Israel. Perang ini pecah setelah putusan perundingan nuklir di Jenewa gagal mencapai kesepakatan.
Latar Belakang Konflik Nuklir yang Berujung Perang
Ketegangan AS-Iran telah memanas dalam beberapa tahun terakhir, terutama menyangkut program nuklir Iran. AS dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, klaim yang selalu dibantah Tehran yang menyatakan programnya untuk tujuan damai.
Upaya diplomasi yang dimediasi Oman sempat menunjukkan kemajuan, namun gagal mencapai titik temu. Serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 semakin memperuncing situasi. Serangan besar 28 Februari 2026 akhirnya memicu perang terbuka, dan menyebabkan Iran menarik diri dari seluruh proses perundingan.
Artikel Terkait
AS Kecewa, Harga Minyak Bisa Melonjak? Ini Dampak Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran
Minyak Iran Jadi Sasaran AS: Senator Bocorkan Rencana Kuasai 31% Cadangan Minyak Dunia!
Mojtaba Khamenei Naik Tahta: Siapa Pangeran Bayangan yang Kini Pimpin Iran?
Selat Hormuz Ditutup? Ini Dampak Mengerikan yang Sudah Terjadi di 5 Negara