POLHUKAM.ID - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan ikut menangani Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang menderita luka parah akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.
Selain menjabat sebagai pemimpin negara, Pezeshkian dikenal sebagai seorang dokter ahli bedah jantung. Menteri Kesehatan Iran juga turut serta dalam penanganan langsung terhadap Mojtaba.
Surat kabar The New York Times (NYT) mengutip keterangan sembilan sumber, termasuk pejabat publik dan militer, melaporkan bahwa Mojtaba masih dalam persembunyian yang sulit dilacak sejak menjadi korban pengeboman bersama ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Akses untuk bertemu Mojtaba sangat terbatas, bahkan hampir tidak mungkin bagi pejabat biasa. Ia dikelilingi oleh tim dokter dan staf medis yang merawat luka-luka akibat serangan udara tersebut.
Artikel Terkait
Perdana Menteri Jepang Nyaris Kelaparan: Kisah di Balik Aturan Ketat yang Bikin Takaichi Kehabisan Makanan dan Kurang Tidur
Iran Punya Kartu As! Rudal Balistik Siap Hantam Daratan AS, Ini Kata Pakar
Praka Rico Gugur di Lebanon, TNI Kembali Berduka — Ini Fakta Terbaru Serangan ke Pasukan PBB
Trump Sebut India dan China Lubang Neraka, Hubungan Diplomatik AS dengan Dua Adidaya Asia Anjlok