Empat Radar THAAD Berhasil Dihancurkan Iran
Militer Iran mengklaim telah menghancurkan setidaknya empat radar THAAD di berbagai pangkasan, termasuk di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Klaim ini dibenarkan oleh pejabat AS anonim kepada The Wall Street Journal, yang menyatakan AS berupaya mengganti radar yang rusak akibat serangan drone.
Sistem THAAD adalah pertahanan utama untuk mencegat rudal balistik Iran. Kerusakan pada komponen kritis seperti radar sangat memengaruhi efektivitasnya.
Kekecewaan Sekutu AS: Korea Selatan Khawatir
Kebijakan AS menarik aset pertahanan dari Korea Selatan menuai protes. Presiden Korsel, Lee Jae Myung, menyatakan penentangan atas pemindahan sistem pertahanan udara dari semenanjung Korea. Seoul khawatir langkah ini akan membuat Korea Utara semakin agresif.
"Meskipun kami telah menyatakan penentangan, kenyataannya adalah kami tidak dapat sepenuhnya memaksakan posisi kami," kata Lee, seperti dilaporkan Kantor Berita Yonhap. Ketergantungan Seoul pada 30.000 tentara AS di wilayahnya membuat posisi tawar mereka lemah.
Analisis ini menunjukkan dinamika konflik yang berubah, di mana tekanan militer Iran berhasil memaksa AS melakukan realokasi sumber daya strategis, sambil menimbulkan ketegangan diplomatik dengan sekutu lamanya di Asia.
Artikel Terkait
Bingung Akhiri Perang? Bocoran Utusan Trump Soal Konflik AS-Iran yang Makin Meledak
Putra Menteri Israel Tertembak: Luka Parah Serangan Hizbullah, Serpihan Hingga ke Jantung
Iran Klaim Kami Penentu Akhir Perang ke AS: Harga Minyak Terguncang, Apa Dampaknya?
Iran Tolak Dialog AS: Bulan Ramadan Tak Bicara dengan Setan - Apa Dampaknya Bagi Dunia?