Utusan Khusus Trump Bingung Akhiri Perang dengan Iran, Konflik Terus Meluas
Utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Steve Witkoff, mengaku kebingungan dalam memprediksi akhir dari operasi militer AS terhadap Iran. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang kian memanas.
"Saya tidak tahu. Yang saya tahu, Presiden Donald Trump bukan sosok yang tepat untuk ditantang," kata Witkoff dalam wawancara dengan CNBC, Selasa (10/3/2026), menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan penyelesaian konflik.
Eskalasi Serangan dan Balasan Iran
Kebingungan Witkoff terjadi pasca serangan gabungan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan yang dilaporkan menimbulkan kerusakan fasilitas dan korban sipil ini langsung dibalas oleh Iran. Teheran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut serangan mereka sebagai langkah "pencegahan" terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, belakangan kedua negara juga menyuarakan keinginan untuk adanya perubahan kekuasaan di Iran.
Meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran dan Reaksi Internasional
Eskalasi ini turut diwarnai laporan syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama operasi militer. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Artikel Terkait
Putra Menteri Israel Tertembak: Luka Parah Serangan Hizbullah, Serpihan Hingga ke Jantung
Iran Klaim Kami Penentu Akhir Perang ke AS: Harga Minyak Terguncang, Apa Dampaknya?
Iran Menang Perang? Bukti Mengejutkan AS Tarik Sistem Rudal THAAD dari Korea!
Iran Tolak Dialog AS: Bulan Ramadan Tak Bicara dengan Setan - Apa Dampaknya Bagi Dunia?