Awalnya, AS berencana mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, rencana itu tidak berjalan karena Angkatan Laut AS dinilai tidak siap menghadapi risiko konflik langsung dengan Iran.
Strategi AS kemudian berubah dengan mengajak sekutu-sekutunya. Sayangnya, ajakan ini tidak mendapat respons kuat dari negara-negara Eropa maupun anggota NATO, memperparah posisi Amerika.
Dampak Ekonomi dan Potensi Eskalasi Konflik
Tekanan domestik di AS juga meningkat akibat potensi kenaikan harga minyak dunia dan BBM jika krisis di Selat Hormuz berlanjut. Sementara itu, muncul pernyataan bersama dari 22 negara yang menyatakan kesiapan menjaga keamanan selat tersebut.
Namun, Faisal Assegaf menilai komitmen tersebut masih perlu dibuktikan di lapangan. Ia memperingatkan, jika komitmen itu dilaksanakan dan terjadi intervensi militer, konflik berpotensi meluas dan semakin tidak terkendali, melibatkan banyak negara.
Artikel Terkait
Peringatan Terakhir Arab ke Iran: Apa Dampaknya Bagi Indonesia dan Dunia?
Joe Rogan Sebar Teori Netanyahu Sudah Meninggal? Ini Fakta yang Mengejutkan
Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Hancurkan Pembangkit Listrik Nuklir Jika Selat Hormuz Tetap Tertutup?
Rudal Iran Hantam Yerusalem Saat Idulfitri, Begini Kondisi Terkini di Dekat Al-Aqsa