Awalnya, AS berencana mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, rencana itu tidak berjalan karena Angkatan Laut AS dinilai tidak siap menghadapi risiko konflik langsung dengan Iran.
Strategi AS kemudian berubah dengan mengajak sekutu-sekutunya. Sayangnya, ajakan ini tidak mendapat respons kuat dari negara-negara Eropa maupun anggota NATO, memperparah posisi Amerika.
Dampak Ekonomi dan Potensi Eskalasi Konflik
Tekanan domestik di AS juga meningkat akibat potensi kenaikan harga minyak dunia dan BBM jika krisis di Selat Hormuz berlanjut. Sementara itu, muncul pernyataan bersama dari 22 negara yang menyatakan kesiapan menjaga keamanan selat tersebut.
Namun, Faisal Assegaf menilai komitmen tersebut masih perlu dibuktikan di lapangan. Ia memperingatkan, jika komitmen itu dilaksanakan dan terjadi intervensi militer, konflik berpotensi meluas dan semakin tidak terkendali, melibatkan banyak negara.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran