Informasi ini terungkap di tengah upaya diplomasi yang berlangsung meski ketegangan meningkat. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Iran sebenarnya telah dan sedang berjalan. Pernyataan ini mengejutkan mengingat sebelumnya Trump kerap menutup peluang dialog dengan Teheran.
Langkah diplomasi ini juga disebut menjadi alasan di balik penundaan ancaman serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran. Sebelumnya, Washington memberi tenggat 48 jam kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Peran Negara Mediator dan Rencana Pertemuan
Komunikasi tidak langsung antara AS dan Iran dikabarkan masih berlangsung. Beberapa negara berperan sebagai mediator dalam konflik ini:
- Pakistan disebutkan akan menjadi lokasi lanjutan negosiasi.
- Mesir dan Turki berperan sebagai perantara komunikasi.
Delegasi AS kemungkinan diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan penasihat Jared Kushner. Sementara dari pihak Iran, pembicaraan dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Trump mengklaim bahwa Iran lebih dulu menghubungi AS untuk membuka jalur komunikasi, namun menegaskan bahwa negosiasi tidak dilakukan dengan pemimpin tertinggi Iran.
Artikel Terkait
Gelombang 78 Rudal Iran Hantam Tel Aviv: Gedung Hancur, Korban Berjatuhan, Ini Update Terkini
Ledakan Kilang Minyak Valero Texas: Dampak Global dan Fakta Mencegangkan Terungkap!
Iran Bantah Negosiasi Langsung dengan AS: Rahasia Komunikasi Lewat Mediator Terungkap
Trump vs Iran di Selat Hormuz: Mengapa AS Ragu dan Dunia Waspada?