Lonjakan harga minyak dunia ini telah memicu kekhawatiran akan kelangkaan pasokan dan membebani ekonomi. Untuk mengatasi krisis, pemerintah Vietnam mengambil beberapa langkah strategis:
- Meminta dukungan pasokan bahan bakar dari beberapa negara mitra seperti Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang.
- Menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Rusia di sektor produksi minyak dan gas.
- Mengusulkan pemotongan pajak perlindungan lingkungan untuk bensin dan solar hingga separuh, guna meringankan beban harga di tingkat konsumen.
Kisah Warga yang Terdampak
Dampak kenaikan ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Nguyen Van Chi (54), seorang warga Hanoi dan pemilik truk, mengungkapkan kesulitannya.
"Dengan harga solar yang luar biasa tinggi ini, saya bahkan tidak bisa menjual truk saya karena tidak ada yang akan menggunakannya," ujarnya. Ia memilih untuk tidak mengendarai truknya selama dua minggu dan beralih menggunakan sepeda untuk mobilitas.
Krisis harga BBM di Vietnam ini menjadi contoh nyata bagaimana gejolak geopolitik di Timur Tengah dapat memberikan dampak domino yang signifikan terhadap stabilitas harga energi di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Harga Solar Vietnam Meledak 105%! Ini Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Tak Bisa Jual Truk
Harga BBM Vietnam Naik Gila-Gilaan: Solar 105%, Ini Dampak Mengerikannya!
Harga BBM Vietnam Naik Gila-Gilaan: Solar 105%, Bensin 68% Akibat Perang Timur Tengah 2026
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Kelimpungan