Lonjakan harga minyak dunia sejak dimulainya konflik telah memicu kenaikan biaya bahan bakar dan kekhawatiran akan kelangkaan di berbagai negara, termasuk Vietnam.
Untuk mengantisipasi krisis, Vietnam dilaporkan telah meminta dukungan pasokan bahan bakar dari sejumlah negara seperti Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang. Selain itu, pada hari Senin, Vietnam juga menandatangani kesepakatan dengan Rusia mengenai kerja sama produksi minyak dan gas.
Respons Pemerintah dan Keluhan Warga
Merespon situasi ini, Kementerian Keuangan Vietnam pada hari Selasa mengusulkan kebijakan untuk memotong separuh pajak perlindungan lingkungan yang dikenakan pada bensin dan solar. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban harga.
Dampak kenaikan ini langsung dirasakan masyarakat. Nguyen Van Chi, seorang warga Hanoi, mengaku tidak mengendarai truknya selama dua minggu terakhir dan memilih bersepeda. "Dengan harga solar yang luar biasa ini, saya bahkan tidak bisa menjual truk saya karena tidak ada yang akan menggunakannya," keluh pengusaha berusia 54 tahun tersebut.
Kenaikan harga BBM di Vietnam ini menjadi contoh nyata bagaimana gejolak geopolitik di Timur Tengah dapat berdampak langsung pada stabilitas harga energi dan ekonomi di negara-negara lain di dunia.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran