Untuk mengantisipasi dampak krisis, Vietnam telah melakukan sejumlah langkah strategis. Pemerintah dilaporkan meminta dukungan pasokan bahan bakar dari beberapa negara mitra, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang.
Selain itu, pada Senin (24/3/2026), Vietnam juga menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Rusia mengenai produksi minyak dan gas di kedua negara.
Di sisi kebijakan fiskal, Kementerian Keuangan Vietnam pada Selasa (25/3/2026) mengusulkan pengurangan sebesar 50% untuk pajak perlindungan lingkungan yang dikenakan pada bensin dan solar. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban harga di tingkat konsumen.
Dampak Langsung pada Masyarakat
Kenaikan harga yang ekstrem ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Nguyen Van Chi, seorang warga Hanoi yang berprofesi sebagai pengusaha, mengaku tidak mengendarai truknya selama dua minggu terakhir.
"Dengan harga solar yang luar biasa ini, saya bahkan tidak bisa menjual truk saya karena tidak ada yang akan menggunakannya," keluh pria berusia 54 tahun tersebut. Ia kini lebih memilih bersepeda untuk mobilitas sehari-hari demi menghemat biaya.
Situasi ini menggambarkan bagaimana gejolak geopolitik di Timur Tengah memiliki dampak berantai yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran