Laporan Wall Street Journal mengonfirmasi bahwa kedua nama tersebut dihapus dari daftar target untuk jangka waktu empat hingga lima hari ke depan. Keputusan ini terkait dengan upaya pemerintahan Donald Trump untuk membuka kembali jalur negosiasi dengan Iran. Laporan WSJ ini tidak secara spesifik menyebutkan keterlibatan Pakistan.
Konteks Penargetan Pemimpin Iran
Sejak konflik memanas, sejumlah pejabat tinggi Iran telah menjadi korban serangan Israel, termasuk Ayatollah Ali Khamenei dan Ali Larijani. Israel sendiri bersumpah akan terus memburu para pemimpin Iran.
Presiden Donald Trump bahkan mengakui pola penargetan ini dengan menyatakan, "Kami membunuh semua pemimpin mereka... Dan sekarang kita memiliki kelompok baru, dan kita dapat dengan mudah melakukan itu, tetapi mari kita lihat bagaimana hasilnya."
Komitmen Pakistan sebagai Mediator
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengonfirmasi bahwa negaranya telah menyampaikan pesan antara AS dan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi. Dar juga menyebutkan bahwa Turki, Mesir, dan beberapa negara lain turut mendukung inisiatif perdamaian ini.
"Pakistan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan terus melakukan segala upaya untuk memastikan stabilitas di kawasan dan sekitarnya," tegas Dar melalui sebuah pernyataan di platform X.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran