Insiden fatal terjadi pada 12 Maret, ketika pesawat tanker KC-135 Stratotanker jatuh di Irak. Kecelakaan ini menewaskan enam personel militer AS. Militer AS menyatakan pesawat tersebut terlibat dalam insiden dengan pesawat lain dalam Operasi Epic Fury, operasi ofensif terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Serangan ke Pangkalan dan Pendaratan Darurat F-35
Pada 27 Maret, pesawat peringatan dini dan pengendali E-3 Sentry AWACS dilaporkan hancur di darat akibat serangan Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Serangan ini juga melukai sedikitnya 10 personel militer AS, meski tidak ada korban jiwa.
Dalam insiden terpisah lainnya, sebuah jet tempur siluman generasi kelima F-35 Lightning II milik AS terpaksa melakukan pendaratan darurat di sebuah pangkalan militer di Timur Tengah. Pendaratan darurat ini dilakukan setelah pesawat terkena tembakan yang diduga berasal dari pasukan Iran.
Laporan ini menggarisbawahi intensitas dan risiko tinggi dari konflik udara yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, dengan kerugian material dan jiwa yang terus bertambah di pihak AS.
Artikel Terkait
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Fakta atau Propaganda Perang 2026?
Pesawat AS Jatuh di Iran: Siapa Bohong? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Berlawanan AS vs Iran
Presiden Prabowo Berang! 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Siapa Dalang Serangan Brutal Ini?
Perang Dunia III Dimulai? Analisis Menegangkan Soal Konflik AS-Israel-Iran