Ahmadi, yang pernah menjadi penasihat Kementerian Luar Negeri Iran, menambahkan bahwa yang dikhawatirkan bukan perang berlarut, tetapi perang yang berhenti kemudian dimulai kembali dalam 6 bulan, setelah AS menyusun strategi baru.
Logistik dan Dampaknya pada Ekonomi Global
Seorang pejabat internasional di Teheran mengonfirmasi bahwa Iran memiliki persiapan logistik, termasuk persediaan pangan untuk penduduk, yang dapat bertahan hingga September 2026.
"Tidak ada kekurangan apa pun. Iran siap untuk perang panjang. Mereka mengantisipasi skenario ini," kata pejabat tersebut.
Kemampuan daya tahan Iran ini dinilai lebih panjang dibandingkan persediaan rudal pertahanan Israel dan negara-negara Teluk Arab. Yang lebih mengkhawatirkan, perang berkepanjangan dapat merusak ekonomi global, yang sudah terdampak gangguan rantai pasok dan blokade Iran di Selat Hormuz. Pembukaan selat strategis ini menjadi salah satu tuntutan utama AS dalam perundingan.
Artikel Terkait
Iron Dome Bobol? Hizbullah Hujan Israel dengan Ratusan Roket & Drone, Ini Faktanya
Iran Ingatkan AS: Tak Percaya Janjimu! - Ancaman Militer Mengintai di Perundingan Pakistan
Pakistan Jadi Mediator Rahasia AS-Iran? Ini Alasan Tersembunyi yang Mengejutkan!
Negara Kanker & Netanyahu Murka: Guncangkah Pernyataan Pakistan Gencatan Senjata 2 Minggu?