Sumber di komando militer tinggi Iran membantah keras laporan tersebut. Stasiun televisi pemerintah IRIB menyatakan pemberitaan Axios itu keliru dan menegaskan tidak ada kapal AS yang melakukan pelintasan.
Kantor berita Fars memberikan versi yang lebih detail. Mereka melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran mendeteksi pergerakan sebuah kapal perusak (destroyer) AL AS yang berangkat dari Fujairah, Uni Emirat Arab, menuju Selat Hormuz. Informasi pergerakan kapal ini dilaporkan kepada delegasi Iran di Islamabad, yang kemudian meneruskannya kepada pihak AS melalui perantara Pakistan.
Ancaman dan Pembatalan Pelayaran Kapal AS
Pejabat Iran dikabarkan mengeluarkan peringatan keras kepada kapal destroyer AS tersebut. Melalui perantara Pakistan, AS diberi tahu bahwa kapal itu akan menjadi sasaran serangan dalam waktu 30 menit jika melanjutkan pelayarannya menuju Selat Hormuz.
Ancaman ini juga dikatakan akan berdampak langsung pada proses negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung. Menurut laporan, ancaman tersebut berhasil membuat kapal perang AS membatalkan rencana pelayarannya ke selat tersebut.
Insiden ini menyoroti kembali ketegangan tinggi di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia untuk pengiriman minyak global, dan perbedaan narasi yang tajam antara Washington dan Teheran mengenai aktivitas militer di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Pertemuan Rahasia JD Vance dengan Iran di Islamabad: Apa yang Sebenarnya Dibahas?
Iran Siap Perang 6 Bulan? Rudal & Drone Baru Siap Hantam AS-Israel Jika Gagal Damai
Iron Dome Bobol? Hizbullah Hujan Israel dengan Ratusan Roket & Drone, Ini Faktanya
Iran Ingatkan AS: Tak Percaya Janjimu! - Ancaman Militer Mengintai di Perundingan Pakistan