Blokade Selat Hormuz: AS Kerahkan 15+ Kapal Perang, Apa Dampaknya bagi Dunia?

- Selasa, 14 April 2026 | 05:50 WIB
Blokade Selat Hormuz: AS Kerahkan 15+ Kapal Perang, Apa Dampaknya bagi Dunia?

AS Kerahkan Lebih dari 15 Kapal Perang untuk Blokade Selat Hormuz

POLHUKAM.ID – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mencapai titik baru. Amerika Serikat secara resmi memulai blokade militer di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital global. Presiden Donald Trump mengumumkan operasi ini dimulai pada Senin, 13 Juni 2026, dengan tujuan mencegat lalu lintas kapal yang masuk dan keluar.

Lebih dari 15 kapal perang AS dikerahkan, termasuk satu kapal induk, sejumlah kapal perusak (destroyer), dan satu kapal serbu amfibi. Armada ini juga dilengkapi helikopter untuk operasi pendaratan dan memiliki wewenang untuk mengarahkan kapal komersial ke zona penahanan yang telah ditetapkan.

Posisi Armada AS dan Respons Iran

Menurut pernyataan Laksamana Madya Kevin Donegan kepada The Wall Street Journal, kapal-kapal perang AS kemungkinan akan beroperasi di perairan luar Selat Hormuz. Strategi ini dinilai untuk meminimalisir ancaman langsung dari Iran, sekaligus tetap efektif melakukan pencekalan. Blokade ini bahkan akan berlaku untuk kapal-kapal yang telah membayar biaya tol kepada Iran.

Halaman:

Komentar