Kecaman dan Larangan dari AS
Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, juga menyuarakan kegeramannya atas pelanggaran Israel. Melalui akun media sosial Truth Social pada Jumat, 17 April 2026, Trump menegaskan pemerintahannya secara aktif melarang Israel melakukan serangan lanjutan.
"Israel tidak akan lagi mengebom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Cukup sudah!" tulis Trump.
Trump sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata Israel-Lebanon selama 10 hari pada Kamis waktu Washington DC, setelah berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pernyataan Netanyahu dan Kondisi Korban
Namun, setelah pengumuman gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap mengendalikan zona penyangga sedalam 10 kilometer dari garis perbatasan dan tidak akan memenuhi tuntutan apa pun dari Hizbullah.
Konflik yang berlangsung selama 45 hari telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Laporan menyebutkan lebih dari 2.200 orang tewas, 7.185 luka-luka, dan lebih dari 1 juta orang lainnya terpaksa mengungsi.
Artikel Terkait
Trump Ancam Rebut Uranium Iran dengan Ekskavator: Siap Perang Lagi?
Iran Tutup Selat Hormuz: Serangan Kapal Tanker Picu Krisis Minyak Global?
21 Kapal Dipaksa Mundur! Blokade AS di Selat Hormuz Picu Krisis Minyak Global
Selat Hormuz Dibuka Lagi: Benarkah Blokade AS dan Ancaman Iran Sudah Berakhir?