Blokade AS di Selat Hormuz Paksa 21 Kapal Putar Balik, Ketegangan Global Masih Tinggi
POLHUKAM.ID - Ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital global, masih belum mereda. Meski Iran menyatakan selat telah dibuka untuk pelayaran komersial, Amerika Serikat (AS) tetap mempertahankan blokade laut ketat di pelabuhan Iran, dengan dampak signifikan terhadap perdagangan dunia.
Puluhan Kapal Dipukul Mundur oleh Pasukan AS
United States Central Command (CENTCOM) mengungkapkan, sejak blokade dimulai, pasukan mereka telah memaksa puluhan kapal untuk berbalik arah. "Sejak dimulainya blokade, sebanyak 21 kapal telah mematuhi arahan pasukan AS untuk berbalik dan kembali ke Iran," jelas pernyataan CENTCOM yang dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (18 April 2026).
Operasi Patroli Ketat oleh Kapal Perang AS
Operasi penegakan blokade ini melibatkan kapal perusak rudal berpemandu USS Michael Murphy yang berpatroli di perairan Laut Arab. Kapal perang tersebut bertugas mengawasi dan menegakkan pembatasan terhadap semua lalu lintas laut yang menuju atau berasal dari Iran.
Artikel Terkait
Selat Hormuz Dibuka Lagi: Benarkah Blokade AS dan Ancaman Iran Sudah Berakhir?
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam