Kapal Tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro Masih Tertahan di Teluk Arab
Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Hal ini terjadi menyusul dinamika keamanan dan penutupan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan dunia.
Pemerintah Indonesia Pantau Ketat dan Lakukan Diplomasi
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan pemerintah terus bergerak cepat untuk memastikan keamanan aset negara dan keselamatan kru kapal. Upaya diplomasi dan koordinasi teknis intensif dilakukan melalui KBRI Teheran bersama PT PIS dengan berbagai pihak terkait di Iran.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan situasi di kawasan tersebut dalam pengawasan ketat. Pemerintah memprioritaskan keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan muatannya.
Proses Pelepasan Kapal Hadapi Kendala Teknis dan Operasional
Meski komunikasi berjalan, proses pelepasan kapal tanker Pertamina ini tidak sederhana. Terdapat sejumlah aspek teknis, mekanisme operasional, dan prosedur yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan melintas kembali, terutama di tengah situasi geopolitik Selat Hormuz yang fluktuatif.
Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi untuk mendukung kelancaran perlintasan kedua kapal tersebut, dengan fokus utama pada perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertugas.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Ambruk? Hizbullah Siap Balas Dendam, Ini Kata Trump dan Netanyahu
Trump Ancam Rebut Uranium Iran dengan Ekskavator: Siap Perang Lagi?
Iran Tutup Selat Hormuz: Serangan Kapal Tanker Picu Krisis Minyak Global?
21 Kapal Dipaksa Mundur! Blokade AS di Selat Hormuz Picu Krisis Minyak Global