Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menyampaikan kecaman serupa. Dalam panggilan telepon dengan rekannya dari Pakistan, Araghchi menegaskan bahwa langkah AS menunjukkan niat buruk dan ketidakseriusan Washington dalam proses negosiasi.
Dampak pada Perundingan dan Pasar Energi Global
Insiden penembakan kapal di Selat Hormuz ini membuat masa depan perundingan antara AS dan Iran menjadi tidak jelas. Gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang kini dipertanyakan kelanjutannya.
Ketidakpastian ini langsung berimbas pada pasar komoditas dunia. Harga minyak dilaporkan kembali meroket, mengancam memperburuk krisis energi global yang sudah berlangsung. Rencana pengiriman negosiator AS ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan juga diprediksi media pemerintah Iran kemungkinan besar tidak akan terealisasi.
Pernyataan Resmi dan Situasi Terkini
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan selama enam jam sebelum mengambil tindakan tegas terhadap kapal Iran tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.
Insiden ini menandai babak baru ketegangan di kawasan strategis Selat Hormuz, jalur vital bagi transportasi minyak dunia, dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
Artikel Terkait
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?
Kapal Iran Hancur Ditembak AS di Teluk Oman: Blokade Memicu Perang Baru?
Iran Tembak Kapal Dagang di Selat Hormuz: Blokade Total Ancam 20% Pasokan Minyak Dunia?
Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Teluk Arab: Apa yang Terjadi dan Upaya Pemerintah?