Eskalasi Baru! Iran Serang UEA, Israel Siagakan Seluruh Jet Tempur Hadapi Perang di Timur Tengah

- Rabu, 06 Mei 2026 | 07:25 WIB
Eskalasi Baru! Iran Serang UEA, Israel Siagakan Seluruh Jet Tempur Hadapi Perang di Timur Tengah

POLHUKAM.ID - Kepala Angkatan Udara Israel yang baru, Mayor Jenderal Omer Tischler, menegaskan kesiapan negaranya untuk mengerahkan seluruh armada jet tempur melawan Iran jika situasi memerlukannya.

Pernyataan tegas ini muncul beberapa minggu setelah gencatan senjata rapuh di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Mayor Jenderal Omer Tischler, lahir pada tahun 1975 di Israel utara, merupakan penerbang karier yang berpengalaman. Ia naik pangkat sebagai pilot tempur dan komandan sebelum menjabat posisi puncak di angkatan udara.

"Kami memantau dengan cermat perkembangan di Iran dan siap mengerahkan seluruh angkatan udara ke arah timur jika diperlukan," ujar Tischler dalam upacara serah terima jabatan dari pendahulunya, Mayor Jenderal Tomer Bar, pada Selasa (5/5/2026).

"Angkatan udara akan terus bertindak dengan tekad, kekuatan, dan tanggung jawab terhadap ancaman di setiap arena, di setiap tahap, dan terhadap setiap musuh," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan bahwa negaranya berada dalam "siaga tinggi di semua lini."

Ia menambahkan bahwa militer "siap untuk menanggapi dengan kekuatan terhadap setiap upaya yang membahayakan Israel."

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Angkatan Udara Israel telah melancarkan kampanye udara ekstensif di berbagai front, termasuk Gaza, Lebanon, dan Iran.

Kemungkinan Perang dengan Iran Dimulai Lagi

Tentara Israel mengkonfirmasi status siaga tinggi mereka untuk mengantisipasi potensi dimulainya kembali perang dengan Iran. Hal ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi antara Teheran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Stasiun televisi publik KAN melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan "serangkaian konsultasi keamanan" pada Senin (4/5/2026) untuk membahas situasi di Teluk.

Ketegangan regional meningkat drastis setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan ini memicu pembalasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

"Kami memantau situasi dan berada dalam keadaan siaga tinggi di tengah eskalasi di Teluk," demikian pernyataan militer Israel pada Senin.

"Kami menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri," lanjut pernyataan tersebut.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April 2026. Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan damai yang langgeng.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.

Halaman:

Komentar