Johnson menawarkan untuk meluncurkan operasi pelatihan besar bagi pasukan Ukraina, dengan potensi untuk melatih hingga 10.000 tentara setiap 120 hari.
"Kunjungan saya hari ini, di kedalaman perang ini, adalah untuk mengirim pesan yang jelas dan sederhana kepada rakyat Ukraina: Inggris bersama Anda, dan kami akan bersama Anda sampai Anda akhirnya menang," kata Johnson.
"Itulah mengapa saya telah menawarkan kepada Presiden Zelenskyy program pelatihan militer baru yang dapat mengubah persamaan perang ini dengan memanfaatkan kekuatan yang paling kuat, tekad Ukraina untuk menang."
Perjalanan yang tidak diumumkan itu menunjukkan dukungan terbaru Johnson untuk Zelenskyy sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari.
"Kami di sini sekali lagi untuk menggarisbawahi bahwa kami di sini bersama Anda untuk memberi Anda daya tahan strategis yang Anda perlukan," tutur dia.
Dia mengatakan itu akan termasuk membantu mengintensifkan sanksi terhadap Rusia dan menggalang dukungan diplomatik untuk Ukraina.
Perjalanan itu juga dilakukan sehari setelah para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, dan Romania melakukan perjalanan ke Kiev dan mengesahkan status kandidat Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-15 & A-10 AS: Benarkah Sistem Pertahanan Udara Mereka Tak Terkalahkan?
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Iran: Ancaman Serang Infrastruktur Hingga ke Zaman Batu
Korban Israel-Iran Tembus 6.500 Jiwa: Data Mengejutkan dari Kemenkes Israel!
Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS Lagi: Benarkah Jet Siluman Terhebat AS Mulai Rontok?