Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Terbesar Iran, Produksi Terhenti Hingga Setahun
Dua pabrik baja terbesar di Iran dilaporkan berhenti beroperasi total pasca menjadi target serangan udara yang dikaitkan dengan kerja sama Amerika Serikat dan Israel. Gangguan ini diprediksi akan berlangsung dalam waktu lama, memberikan pukulan telak bagi industri dan perekonomian Iran.
Kerusakan Parah dan Waktu Pemulihan yang Lama
Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Perusahaan Baja Khuzestan di wilayah barat daya Iran. Menurut pejabat perusahaan, Mehran Pakbin, kerusakan yang terjadi cukup parah. Ia memperkirakan proses perbaikan dan memulai kembali operasi akan memakan waktu minimal enam bulan hingga satu tahun penuh.
Sementara itu, Perusahaan Baja Mobarakeh di wilayah tengah Iran juga mengonfirmasi penghentian total jalur produksinya akibat intensitas serangan yang tinggi. Penutupan kedua pabrik raksasa ini sangat signifikan mengingat Iran merupakan produsen baja terbesar ke-10 di dunia yang mengandalkan sektor ini untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor.
Dampak Luas terhadap Perekonomian dan Rantai Pasok
Serangan yang diyakini pertama kali dilancarkan Israel dengan dukungan AS ini berpotensi meluas dampaknya ke perekonomian nasional Iran. Gangguan produksi baja dapat memicu krisis rantai pasokan, terutama bagi sektor konstruksi dan manufaktur yang sudah lama tertekan oleh sanksi-sanksi Barat.
Artikel Terkait
Israel Hantam Jantung Keuangan IRGC: Bos Minyak Iran Tewas, Markas Strategis Hancur!
Email Direktur FBI Dibobol Hacker Iran: AS Tantang Dunia dengan Hadiah 10 Juta USD!
Donald Trump Tantang Dunia Ambil Minyak di Selat Hormuz: Iran Lemah, Apa Dampaknya?
Israel Tuduh Hizbullah Serang Markas TNI di Lebanon: Fakta atau Dalih di Sidang DK PBB?