Namun, sebelum pasukan Irak mencapai area tersebut, Israel disebut melancarkan serangan udara untuk mencegah situs itu terbongkar. Serangan tersebut menewaskan seorang tentara Irak dan langsung memicu kecaman keras dari Baghdad.
"Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan," ujar Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, kepada media pemerintah.
Militer Israel menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Sementara itu, ketegangan regional terus meningkat tajam sejak 28 Februari, memicu serangan balasan Iran serta penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan.
Meskipun demikian, Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan perpanjangan masa gencatan tanpa menetapkan tenggat waktu. Hal ini menandakan bahwa situasi di kawasan masih sangat rapuh dan rawan konflik baru.
Artikel Terkait
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran
Skandal Gila Besar-Besaran: Ribuan Tentara Israel Dipecat Gara-Gara Gangguan Jiwa Akibat Perang Gaza, Data Sembunyi Demi Citra?