POLHUKAM.ID - Kasus gangguan jiwa tentara Israel selama perang Gaza disebut sebagai yang terburuk dalam sejarah militer negara tersebut. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) diduga menyembunyikan data ribuan prajurit yang dipecat akibat tekanan psikologis berat demi menjaga moral publik.
Sumber dari direktorat personalia angkatan bersenjata Israel mengungkapkan kepada surat kabar Haaretz bahwa jumlah tentara yang diberhentikan karena gangguan kejiwaan merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah IDF. Militer juga enggan membuka data lengkap karena besarnya skala krisis mental di kalangan pasukan.
Sejak awal perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, militer Israel menghadapi lonjakan kasus gangguan psikologis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak tentara yang terlibat dalam pertempuran dan pengepungan Gaza mengaku mengalami tekanan mental serius hingga tidak mampu kembali bertugas.
Haaretz mengungkapkan bahwa IDF tidak memublikasikan seluruh data terkait tentara yang dipecat akibat kondisi mental mereka selama perang. Permintaan data lengkap yang diajukan pada 2025 juga ditolak dan berlarut-larut tanpa kejelasan.
Menurut laporan tersebut, militer Israel beberapa kali meminta perpanjangan waktu untuk merespons permintaan data berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi Israel. Namun, hingga tenggat berakhir, data lengkap tetap tidak diberikan.
Artikel Terkait
Survei Spanyol: 52,4% Warga Yakin AS dan Israel Kalah Telak Lawan Iran – Ini Buktinya!
Arab Saudi Menolak Keras AS! Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak Global
Wabah Misterius di Kapal Pesiar: 140 Penumpang Terancam Hantavirus, 3 Tewas Sebelum Evakuasi Darurat
3 Titik Rawan Perang di Asia! Analisis Prof Jiang Xueqin: Taiwan, Malaka, & Korea Utara Bisa Picu Konflik Besar