Moldova juga menjadi calon negara anggota Uni Eropa yang menandakan semakin dalamnya upaya blok untuk merangkul negara-negara bekas Uni Soviet. Menjadi anggota Uni Eropa akan mendorong moral Ukraina.
Namun jalan untuk mencapainya masih panjang dan butuh waktu bertahun-tahun. Zelenskyy berjanji tidak akan beristirahat sampai Rusia kalah dan mengamankan keanggotaan Uni Eropa.
"Kami dapat mengalahkan musuh, membangun kembali Ukraina, bergabung dengan Uni Eropa dan kemudian kami dapat beristirahat," katanya dalam video yang dirilis kantor kepresidenan Ukraina.
Langkah Ukraina dan Moldova bergabung dengan Uni Eropa bersamaan dengan keputusan Finlandia dan Swedia masuk Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang didorong invasi Rusia. Hal ini menandakan aksi militer Kremlin telah menjadi bumerang bagi strategi geopolitik mereka sendiri.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Pakar Rusia Ungkap Bentuk dan Medan Tempur yang Tak Disadari Banyak Orang
AS Serukan Evakuasi Darurat Warga AS dari Iran: Ancaman Serangan Trump Makin Nyata?
Trump Siap Serang Iran? Ini Rencana Militer Rahasia & Dampaknya bagi Dunia
Rusia Tembak Jatuh F-16 Ukraina: Benarkah Rudal S-300 Bisa Lumpuhkan Jet Legendaris AS?