Invasi yang Presiden Rusia Vladimir Putin sebut sebagai "operasi militer khusus" itu merupakan konflik terbesar antara negara di Eropa sejak Perang Dunia II. Serangan Rusia telah menewaskan ribuan orang, memaksa jutaan warga mengungsi dan mengubah kota-kota menjadi reruntuhan.
Invasi Rusia juga memicu krisis energi dan pangan dunia. Setelah gagal merebut Kiev, pasukan Putin kini fokus menguasai Ukraina Timur. Tanpa ada tanda-tanda perang akhir berakhir, risiko konflik dapat melebar ke penjuru Eropa.
Di Brussels, Jumat (24/6/2022) pada pemimpin-pemimpin Uni Eropa, Zelenskyy mengatakan keputusan mereka menerima pencalonan Kiev merupakan yang paling penting sejak Ukraina keluar dari Uni Soviet 31 tahun lalu.
"Tapi keputusan tidak hanya diambil untuk keuntungan Ukraina. Tapi langkah besar menuju penguatan Eropa yang telah dilakukan saat ini, di masa kami dan ketika perang Rusia menguji kemampuan kami untuk menjaga kebebasan dan persatuan," katanya.
Di media sosial Twitter, Kepala Dewan Eropa Charles Michel mengatakan keputusan ini merupakan "momen bersejarah, masa depan kami bersama-sama." Persetujuan Kiev masuk Uni Eropa akan memicu kemarahan Rusia yang khawatir pada semakin dekatnya hubungan Ukraina dengan Barat.
Artikel Terkait
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Pakar Rusia Ungkap Bentuk dan Medan Tempur yang Tak Disadari Banyak Orang
AS Serukan Evakuasi Darurat Warga AS dari Iran: Ancaman Serangan Trump Makin Nyata?
Trump Siap Serang Iran? Ini Rencana Militer Rahasia & Dampaknya bagi Dunia
Rusia Tembak Jatuh F-16 Ukraina: Benarkah Rudal S-300 Bisa Lumpuhkan Jet Legendaris AS?