Pada konferensi yang dihadiri oleh lebih dari 25 negara tersebut, Menlu Retno menegaskan bahwa perang selalu menjadi tragedi kemanusiaan dan dampaknya tidak terbatas pada satu wilayah saja. Perang yang saat ini terjadi telah menghancurkan sistem pangan global yang sebelumnya sudah dilemahkan oleh pandemi dan perubahan iklim.
"Di waktu yang sulit ini, dunia tidak punya pilihan lain selain bersatu untuk memulihkan ketahanan pangan global," tegas Menlu Retno dalam siaran pers, Minggu (26/6/2022).
Dalam kaitan ini, Menlu Retno menyampaikan dua hal yang penting dilakukan dalam jangka pendek. Pertama, seraya tetap menegakkan hukum internasional, kita tidak boleh menyerah untuk menemukan solusi damai di Ukraina. “Perang ini harus segera dihentikan, dan seluruh pihak harus berkontribusi pada tujuan ini", pungkas Retno.
Kedua, pulihkan rantai pasok pangan global. Dampak perang terhadap pangan dan pupuk sangat jelas. Bila kita gagal mengatasi krisis pupuk, maka akan terjadi krisis beras yang menyangkut nasib lebih dari 2 miliar penduduk dunia.
Solusi efektif terhadap krisis pangan ini menuntut dilakukannya reintegrasi produksi pangan Ukraina dan produksi pangan dan pupuk Rusia pada pasar dunia, terlepas dari perang.
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?