Sudah lama Rusia berusaha mendekat dengan Asia, Amerika Selatan dan Timur Tengah. Tapi upaya mereka semakin intensif baru-baru ini usai mendapat gelombang sanksi dari Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya karena invasi ke Ukraina.
AS dan negara-negara Barat lainnya berjanji memberikan dukungan pada Ukraina. Setelah 28 warga sipil tewas dalam beberapa serangan Rusia, termasuk tembakan rudal di sebuah pusat perbelanjaan yang penuh.
Rusia membantah mengincar warga sipil dalam invasi yang mereka sebut "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan melindungi pengguna bahasa Rusia dari fasis. Kiev dan sekutu-sekutunya membantah alasan tersebut dan mengatakan serangan Rusia tanpa provokasi.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda