"Kami melakukan segalanya agar situasi di negara itu menjadi normal. “Kami berusaha membangun hubungan dengan kekuatan politik yang mengendalikan situasi" kata Putin di Dushanbe.
Pernyataan Putin muncul dalam pertemuan dengan Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon. Kunjungan ini menjadi perjalanan pertama pemimpin Rusia ke luar negeri sejak awal konflik Ukraina.
Negara tuan rumah pangkalan militer Rusia ini memiliki perbatasan panjang dan keropos dengan Afghanistan. Wilayah ini selalu waspada bahwa radikalisme Islam bisa merembes ke negara itu.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda