Pendeta Katolik Terkemuka di Yerusalem Bikin Aparat Israel Irit Bicara karena...

- Rabu, 18 Mei 2022 | 12:10 WIB
Pendeta Katolik Terkemuka di Yerusalem Bikin Aparat Israel Irit Bicara karena...

Baca Juga: PWI Pusat Kutuk Kekejian Israel Atas Pembunuhan Wartawan Palestina, Serukan Penyelidikan Independen

Militer Israel awalnya menuduh orang-orang bersenjata Palestina bertanggung jawab atas kematian Abu Akleh. Namun pernyataan militer Israel berubah. Mereka mengatakan, tidak diketahui siapa yang menembakkan peluru mematikan itu.  

Menurut harian Israel, Haaretz, pihak berwenang Israel menginterogasi tentara yang diyakini telah menembakkan peluru itu. Militer Israel menyatakan,  seorang tentara itu sedang duduk di dalam kendaraan yang berjarak 190 meter dan tidak melihat Abu Akleh.

Kecaman terhadap aksi pembunuhan terhadap Abu Akleh terus bermunculan. Persatuan masjid-masjid di Preston, Victoria, Australia, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk pembunuhan Abu Akleh.

Abu Akleh sangat dihormati atas liputannya tentang kehidupan Palestina di bawah kekuasaan Israel untuk saluran satelit Aljazirah selama 25 tahun terakhir. Kemarahan atas pembunuhan Abu Akleh pun meningkat setelah polisi anti huru hara Israel mendorong dan memukuli pengusung jenazah pada Jumat (13/5). Hal ini menyebabkan mereka secara tidak sengaja menjatuhkan peti mati pada awal prosesi pemakamannya di Yerusalem.

"Seorang jurnalis pemberani, cerdas, dan adil bernama Shireen Abu Akleh dibunuh dengan darah dingin oleh pasukan Israel di Jenin, Tepi Barat yang diduduki minggu ini," tulis pernyataan bersama tersebut dikutip di Asian Image, Selasa (17/5).

Mereka menyebut Abu Akleh merupakan sosok yang berani dan berupaya meliput penderitaan Palestina di tangan penjajah Israel selama hampir 25 tahun sebagai jurnalis Aljazirah. Ia merupakan seorang warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Amerika, tetapi ia memilih tinggal di Yerusalem Timur untuk meliput kisah-kisah yang berkaitan dengan Palestina tercinta.

"Shireen Abu Akleh adalah seorang Kristen Palestina. Namun sebagai Muslim kami berduka atas kehilangannya, kami berduka untuk keluarganya dan kami akan selamanya berterima kasih atas pelayanannya kepada rakyat Palestina. Dengan demikian, Masjid Preston menghormati ingatannya, martabatnya dan di atas semua itu integritas, keberanian, dan profesionalismenya dalam menjalankan pekerjaan sebagai jurnalis," lanjut pernyataan tersebut.

Anggota Komite Masjid e Saliheen, Ismail Timol mengatakan, pembunuhan yang merenggut nyawa Abu Akleh benar-benar tidak dapat diterima. Aksi tersebut harus dikutuk dengan cara yang paling keras.

"Selanjutnya serangan mengerikan pada prosesi pemakaman menunjukkan wajah jelek sebenarnya dari pendudukan Israel di Palestina," ucap dia.

Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh 26 masjid yang berlokasi di Preston, Victoria. Beberapa di antaranya adalah Madina Masjid, Masjid Saliheen, Masjid Quba, Eldon Mosque, Boulevard Mussalah, City Mosque, dan Raza Mosque.

Sumber: republika.id

Halaman:

Komentar

Terpopuler