"Keanggotaan Finlandia di NATO tidak akan mengubah pemikiran dasar kita bahwa kita akan selalu mencari penyelesaian damai dan kita adalah bangsa yang cinta perdamaian yang karena itu akan pertama-tama dan mengedepankan penyelesaian diplomatik atas setiap konflik," katanya dalam sidang parlemen.
Di antara yang tidak setuju pada keanggotaan Finlandia di NATO adalah anggota parlemen Markus Mustajarvi.
Mustajarvi menentang langkah itu dengan menyodorkan proposal tandingan, yang dimasukkan pada pemungutan suara.
"Perbatasan negara kita kan menjadi perbatasan antara aliansi militer dan Rusia. Ketegangan baru akan menjadi risiko tidak hanya selama proses aplikasi melainkan juga pada kondisi baru dan permanen kebijakan luar negeri dan keamanan kita," ujarnya.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Dokumen Bocor Ungkap Pengiriman Misterius dari UEA
Rp16,7 Triliun untuk Gaza? Anggota DPR Ungkap Risiko Mengerikan di Balik Iuran Indonesia
Khamenei vs Trump: Ancaman Perang Regional dan Fakta Mengerikan di Balik Protes Iran
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?