"Kenaikan harga pangan memiliki dampak yang menghancurkan bagi mereka yang paling miskin dan paling rentan," kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters.
Totalnya akan mencakup 12 miliar dolar AS dalam proyek-proyek baru dan lebih dari 18 miliar dolar AS dana dari proyek-proyek terkait pangan dan gizi yang sudah ada yang telah disetujui tetapi belum dicairkan, kata bank tersebut.
"Untuk menginformasikan dan menstabilkan pasar, sangat penting bahwa negara-negara membuat pernyataan yang jelas sekarang tentang peningkatan produksi di masa depan sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina," imbuh Malpass.
Bank mengatakan proyek-proyek baru diharapkan untuk mendukung pertanian, perlindungan sosial untuk melindungi dampak dari harga pangan yang lebih tinggi pada orang miskin, dan proyek-proyek air dan irigasi.
Mayoritas sumber daya pergi ke Afrika dan Timur Tengah, Eropa Timur dan Asia Tengah, dan Asia Selatan.
Artikel Terkait
Donald Trump Minum Aspirin Dosis Tinggi, Tangan Memar di Davos Bikin Heboh!
10 Negara Aman Saat Perang Dunia 3: Inilah Tempat Berlindung yang Paling Strategis!
Rahasia Strategi Kanada Hadapi AS: Gerilya Modern & 400.000 Relawan Siap Bertempur
Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik di 2026? Ini Fakta Sains yang Mengejutkan!