"Ada sekitar 20 orang disana. Peti mati mulai mengeluarkan suara. Ibuku terbungkus seprai dan mengetuk peti mati. Ketika kami mendekat, kami melihat ia terengah-engah," ungkap Barbera.
"Itu membuat kami semua ketakutan," tambahnya, seperti dimuat News9.
Seketika Montoya langsung kembali dilarikan ke rumah sakit. Hingga Senin (12/6), Montoya masih dalam kondisi serius di bawah intubasi.
Kementerian Kesehatan mengatakan telah membentuk komite teknis untuk menyelidiki rumah sakit dan dokter yang bertugas.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!