POLHUKAM.ID - Kepala tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, diyakini sudah meninggal atau dipenjara. Sementara pertemuan Prigozhin dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa hari setelah upaya pemberontakan kemungkinan dimanipulasi.
Hal itu diyakini oleh pensiunan jenderal Amerika Serikat (AS), Robert Adams, yang sebelumnya menjabat sebgai Komandan Pasukan AS di Korea.
"Pendapat pribadi saya adalah saya ragu kita akan melihat Prigozhin lagi di depan umum. Saya rasa dia akan disembunyikan, atau dikirim ke penjara, atau ditangani dengan cara yang lain. Tapi saya ragu kita bisa melihatnya lagi," ujarnya kepada ABC News pada Rabu (12/7).
Ketika ditanya apakah ia percaya Prigozhin masih hidup, Adams mengaku meragukannya.
Artikel Terkait
Kode HTML Kosong? Ini Rahasia Menulis Artikel yang Tak Terbaca Mesin Pencari!
Stadion Langit NEOM: Fakta Mencengangkan di Balik Stadion Gantung 350 Meter untuk Piala Dunia 2034
46 Anak Gaza Tewas dalam 12 Jam: Ini Serangan Mematikan Israel Sejak Gencatan Senjata
45 Tewas dalam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Korban Didominasi Perempuan dan Anak-anak