"Jika informasi tentang kematian Prigozhin dikonfirmasi, kami akan mengorganisir 'Pawai Keadilan' kedua di Moskow! Dia lebih baik masih hidup, ini demi kepentingan Anda sendiri," sambung mereka.
Adapun ancaman ini muncul sehari setelah channel Telegram Wagner Grey menuding Kementerian Pertahanan Rusia telah menembak jatuh jet pribadi yang ditumpangi Prigozhin.
"Jet pribadi itu ditembak jatuh di langit di atas wilayah Tver oleh pasukan pertahanan udara Kementerian Pertahanan Rusia," tulis Wagner Grey, seperti dikutip dari Al Arabiya.
Hingga berita ini dirilis, Kremlin belum memberikan tanggapan resmi atas serangkaian ancaman-ancaman yang berpotensi memecah belah Rusia dari dalam tersebut.
Badan Federal Transportasi Udara Rusia, pada gilirannya, mengaku telah membuka penyelidikan atas penyebab kecelakaan jet pribadi Embraer-135 yang dikonfirmasi bahwa ada nama Prigozhin sebagai penumpangnya.
"Investigasi terhadap kecelakaan pesawat Embraer yang terjadi di Wilayah Tver malam ini telah dimulai. Menurut daftar penumpang, nama depan dan belakang Yevgeny Prigozhin termasuk dalam daftar ini," jelas mereka, seperti dikutip dari TASS.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Kode HTML Kosong? Ini Rahasia Menulis Artikel yang Tak Terbaca Mesin Pencari!
Stadion Langit NEOM: Fakta Mencengangkan di Balik Stadion Gantung 350 Meter untuk Piala Dunia 2034
46 Anak Gaza Tewas dalam 12 Jam: Ini Serangan Mematikan Israel Sejak Gencatan Senjata
45 Tewas dalam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Korban Didominasi Perempuan dan Anak-anak