“Ini bukan operasi (tabrak lari); kami memulai pertempuran habis-habisan. Kami memperkirakan pertempuran akan terus berlanjut dan medan pertempuran akan meluas. Kami memiliki satu target utama: kebebasan kami dan kebebasan tempat-tempat suci kami,” katanya kepada Al Jazeera.
Al-Arouri mengatakan warga Palestina mempunyai hak atas kebebasan, melawan pendudukan Israel dan menjaga tempat suci mereka.
“Kami akan terus berjuang sampai kami dihargai dengan kemenangan, kebebasan dan kemerdekaan,” ujarnya.
Ketika para pengamat mencatat bahwa invasi darat oleh Israel akan segera terjadi, Hamas mengatakan pihaknya siap menghadapi “skenario terburuk”.
“Semua skenario kini memungkinkan dan kami siap menghadapi invasi darat (Israel),” tambahnya.
Al-Arouri juga mengatakan bahwa Israel telah berencana melancarkan serangan ke Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya sedang “berperang”, sementara para pejabat Palestina mengatakan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah mereka adalah satu-satunya jaminan bagi “keamanan, stabilitas dan perdamaian” di wilayah tersebut.
Sementara itu, AS mengatakan pihaknya akan berupaya memastikan Israel “memiliki apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri” dan Inggris, UE, dan Ukraina mengutuk operasi Hamas di Israel.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Serangan Rudal Israel Hancurkan Pusat Antariksa Iran: Dampak Mengerikan yang Dirahasiakan
Iran Tembak Mati! Ali Larijani Dibunuh Israel, Pemimpin Baru Tolak Damai & Ancang Perang Total
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Ali Larijani Syahid! Pesan Terakhirnya yang Menggemparkan untuk Umat Islam Lawan AS & Israel