Kondisi semakin genting, dengan serangan dari kedua belah pihak, dan masyarakat Israel diperintahkan untuk ikut serta dalam mempertahankan negara mereka.
Saraya Al Quds juga ikut serta dalam serangan dari Jalur Gaza ke arah perkampungan di daerah Sedirut di Libanon.
"Serangan Isarel masih melakukan serangan ke wilayah Libanon," kata Anam Nurdin.
Pasukan lain, Saraya Al Quds, juga bertanggung jawab atas serangan roket di perbatasan Libanon, bersama dengan Hizbullah.
Pemerintahan Israel memperingatkan bahwa hari ini merupakan kondisi perang, mengindikasikan bahwa serangan besar dapat terjadi dalam beberapa jam ke depan.
Wartawan Al Jazeera menjelaskan bahwa Hizbullah tampaknya memiliki rencana tersendiri dan koordinasi yang matang dengan faksi-faksi Palestina.
Operasi militer, yang disebut Operasi Badai Al-Aqsa, dilakukan bersamaan oleh Hamas di selatan dan utara Jalur Gaza, menciptakan kekacauan di perbatasan Israel-Palestina.
Pertempuran darat belum dimulai sepenuhnya, namun serangan udara dari Israel ke Jalur Gaza terus berlanjut.
Kondisi di perbatasan utara terlihat kacau, tanpa pertahanan Israel yang signifikan.
Pasukan Hamas dan Hizbullah berhasil mengendalikan wilayah tersebut, menciptakan keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak puluhan tahun yang lalu.
Dalam beberapa jam ke depan, kekhawatiran akan meningkat bahwa peperangan akan semakin memanas.
Pemerintah Israel menyatakan kondisi perang, dan situasi di perbatasan Libanon semakin tegang.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran