"Beberapa dari Anda menganggap tindakan praktis sebagai serangan rudal langsung ke Haifa, tentu saja, jika diperlukan. Ini akan dilakukan, dan akan dilakukan tanpa ragu-ragu," ujarnya ketika berbicara di hadapan mahasiswa Universitas Teheran pada Senin (23/10).
Dimuat The Jerusalem Post, Fadavi sempat mengancam Israel akan adanya gelombang kejut lanjutan dari front pemberontakan Palestina jika kekejaman di Gaza tidak berhenti.
“Kejutan yang dilakukan front perlawanan terhadap rezim Zionis akan terus berlanjut sampai ‘tumor kanker’ ini diberantas dari peta dunia. Gelombang kejutan lain akan terjadi jika Israel tidak mengakhiri kekejaman di Gaza," ujarnya ketika awal perang pecah.
Pertempuran antara Israel dan Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, ketika Hamas meluncurkan ribuan roket yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan bertubi-tubi ke Gaza hingga membunuh lebih dari 4.300 orang.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?